Manfaat Brotowali Untuk Wajah, Jerawat, Rematik, Dan Resepnya

Masyarakat kita telah mengenal flora bratawali, atau manfaat brotowali untuk wajah dan beberapa penyakit lainnya. Tanaman ini disebut juga akar Aliali, nama latin ialah Tinospora Crispa L. Miers ex Hoff.f. dan termasuk kedalam famili flora Menispermaceae. Bratawali umumnya tumbuh liar di hutan atau ditanam di pekarangan rumah, dan telah dikenal sebagai salah satu flora obat tradisional.





 Masyarakat kita telah mengenal flora bratawali Manfaat Brotowali Untuk Wajah, Jerawat, Rematik, Dan Resepnya





Secara tradisional, manfaat brotowali untuk wajah, mengobati jerawat dan penyakit lainnya telah usang dipakai oleh orang renta kita. Diantaranya rebusan bratawali dipakai sebagai obat rematik, diabetes, menurunkan demam dan sebagai obat kulit. Tanaman bratawali mengandung senyawa alkaloid diantaranya berberina, kolumbina, glikosida pikroretosid, pikroretin, palmatin, pikrotoksin.






Manfaat Brotowali Untuk Wajah Dan Resep






Tanaman brotowali umumnya berkembang di daerah panas, perdu memanjat, tinggi batang mencapai 2,5 meter. Ukuran batang kecil, berbintil rapat dan rasanya pahit ibarat manfaat daun sirih. Ciri daun tunggal dan bertangkai, berbentuk ibarat jantung dengan ujung lancip. Panjang daun antara 7 hingga 12 cm, dan lebar daun antara 5 hingga 10 cm. Ciri bunga tampak kecil dan berwarna hijau muda.





Air rebusan batang bratawali sanggup memberi ketenangan untuk menangani penyakit kesadaran  atau Psychosis. Di Asia, manfaat brotowali untuk wajah dan umumnya juga dipakai sebagai obat demam. Orang-orang di Filipina menggunakannya untuk mengobati penyakit absurd dan keuntungannya ibarat kina. Orang Bali memakai batang bratawali untuk obat sakit perut, demam dan sakit kuning, obat gosok untuk rematik. Di Jawa, air rebusan bratawali dipakai untuk menurunkan demam, luka, dan gatal-gatal. 





Bratawali sanga ampuh untuk mengobati penyakit rheumatic arthritis, rheumatik sendi, demam biasa dan demam kuning, obat kencing anggun ataupun diabetes dan malaria. Manfaat brotowali sebagai antipiretikum, tonikum, antiperiodikum, diuretikum, dan antidiabetik. Berikut ini manfaat brotowali untuk wajah dan penyakit lain, serta resepnya:




  1. Mengobati Demam, gunakan resep berikut: Ambil 3 gram batang brotowali, 6 gram daun sembung, 4 gram daun kumis kucing, 4 gram rimpang lengkuas. Campurkan semua herba kedalam 100 ml air dan rebus hingga menjadi 100 ml. Takaran 50 ml sekali minum per hari.
  2. Mengobati rematik, gunakan resep berikut: ambil 2 gram batang bratawali, 7 gram rimpang kencur, 2 gram seledri, 5 gram daun jambu simpanse muda. Masukkan seluruhnya kedalam 300 ml air dan rebus hingga menjadi 100 ml. Ramuan diminum sekali sehari sebanyak 100 ml.
  3. Resep untuk perawatan wajah dan mengobati gatal-gatal pada kulit: Ambil batang brotowali secukupnya. Masukkan kedalam 2 liter air dan rebus hingga mendidih selama 15 menit. Gunakan air rebusan untuk merendam bab yang gatal. Untuk perawatan wajah dan jerawat, basuh wajah dengan air rebusan sebelum tidur.
  4. Resep untuk mengobati diabetes: Rebus batang brotowali dan daun sambiloto, serta daun kumis kucing, dengan perbandingan 1:1 untuk dosis segelas air. Minum ramuan ini 2 kali sehari secara rutin.




Manfaat brotowali untuk wajah pada umumnya dipakai dengan cara direbus dan diminum, serta dioleskan pada kulit untuk mengobati mengobati eksim dan jerawat, memar dan luka. Rasa pahit brotowali untuk menyapih bayi yang menyusui, hal ini lazim dipakai orang renta terdahulu. Perlu diperhatikan adanya efek samping jamu brotowali berupa kehilangan nafsu makan, mengganggu kadar gula darah, dan sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil. 





Referensi





  • Indonesian Medicinal Plants [Tanaman-Tanaman Obat Indonesia], by Dharma, A.P., 1987.
  • Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, by Dalimartha & Setiawan, 2008.
  • Tinospora Crispa L. Miers ex Hoff.f., image courtesy of wikimedia commons.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel