Cara Mengolah Gandarusa Biar Laki-Laki Tidak Subur, Kb Alami

Tanaman gandarusa biasanya sering dibudidayakan sebagai flora pekarangan rumah, sebagai hiasan ataupun materi herba alami. Nama latin flora gandarusa disebut Justicia gendarussa Burm.f, nama lainnya disebut Willow-leaved justicia. Dalam bahasa Sanskerta disebut kasanah, vaidyasinha. Tanaman ini merupakan semak kecil yang bercabang, banyak dibudidayakan sebagai obat tradisional. Ada beberapa cara mengolah gandarusa menjadi herbal ampuh yang diturunkan dari tradisi nenek moyang kita.





 Tanaman gandarusa biasanya sering dibudidayakan sebagai flora pekarangan rumah Cara Mengolah Gandarusa Agar Pria Tidak Subur, KB Alami





Gandarusa digambarkan sebagai flora langka dan endemik di India. Menurut studi, dugaan ini masih kurang terperinci terlebih wacana penggunaan dan sifat obatnya. Tanaman ini banyak dipakai dalam banyak sekali bentuk lantaran sifat obat dan insektisidanya. Dan flora ini merupakan semak hutan yang tumbuh cepat, diduga merupakan flora orisinil dari China, dan berkembang ke Sri Lanka, India dan Malaysia.






Menurut studi, flora ini bermanfaat untuk mengobati asma, rematik dan kolik anak-anak. Tanaman ini juga sangat berpotensi sebagai sumber senyawa yang menghambat enzim yang sangat penting untuk pengembangan obat HIV. Menurut studi di Indonesia, cara mengolah gandarusa bisa sangat berpotensi menjadi pil KB untuk pria. Gandarusa mempunyai efek analgetik, diuretik, dan antispermatozoa. Tumbuhan ini telah dipakai sebagai jamu kontrasepsi laki-laki oleh beberapa penduduk lokal Pulau Papua. 





Ciri-ciri flora perdu, tumbuh tegak dan tinggi sekitar 1,8 meter. Batang berkayu berbentuk segi empat, bercabang dan beruas, dan batang berwarna cokelat. Ciri-ciri daun gandarusa tunggal, berbentuk lanset dengan panjang daun 3 sampai 6 cm. Lebar daun antara 1,5 sampai 3,5 cm, bertulang menyirip dan berwarna hijau tua. Bunga flora majemuk, berbentuk malai dengan panjang antara 3 sampai 12 cm. Ciri-ciri mahkota berbentuk tabung, berbibir dua dan berwarna ungu. Sementara ciri buah gandarusa berbentuk gada, berbiji  empat. Buah tampak licin dan berwarna hijau kalau masih muda dan hitam sehabis renta hitam.





Cara Mengolah Gandarusa






Adapun cara mengolah gandarusa menjadi ramuan herba berkhasiat, diantaranya sebagai berikut:





Ramuan gandarusa untuk menghilangkan memar





  1. Ambil beberapa lembar daun gandarusa segar.
  2. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, kemudian panggang di atas api kecil sampai layu.
  3. Tempelkan daun pada kulit yang memar.     




Ramuan tradisional untuk mengobati sakit kepala kronis.





  1. Ambil beberapa lembar daun gandarusa segar, dan beberapa butir lada. 
  2. Tambahkan sedikit air, kemudian dipipis sampai berbentuk pasta.
  3. Ramuan ini dioleskan pada pelipis dan dahi, bila perlu dibalut dengan kain basah. Ulangi setiap 3-4 jam.     




Gandarusa untuk mengobati sakit rematik





  1. Ambil beberapa lembar daun gandarusa segar. 
  2. Ditambah beberapa lembar daun kecubung segar, beberapa butir lada hitam.
  3. Tambahkan air secukupnya, kemudian dipipis sampai berbentuk pasta.
  4. Oleskan ramuan ini pada bab yang nyeri, bila perlu dibalut dengan kain basah. Ulangi setiap 3 jam, dan sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil.




Ramuan KB alami untuk laki-laki dari daun Gandarusa.





  1. Ambil beberapa lembar daun segar, kemudian diiris-iris. 
  2. Rebus kedalam 110 ml air dengan api kecil selama 15 menit.
  3. Peras dan minum seluruh airnya selagi hangat, lakukan sehari sekali.
  4. Ramuan ini juga bisa melancarkan peredaran darah, merangsang muntah, asma dan kolik pada anak-anak.




Baca juga:








Dalam penelitian di Universitas Airlangga, efek menekan kadar testosteron pada mencit melalui kadar polifenol tertentu sanggup menurunkan acara enzim hialuronidase pada spermatozoa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sel sperma tidak bisa menembus dinding sel telur. Oleh lantaran itu, kaum laki-laki harus berhati-hati dalam mengkonsumsi gandarusa lantaran menjadikan sperma tidak subur.





Referensi





Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel