Kenali Segudang Khasiat Sambiloto

 batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat  Kenali Segudang Khasiat Sambiloto


Kenali Segudang Khasiat Sambiloto - Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees ) merupakan jenis terna semusim, batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat ( kwadrangularis ) dengan nodus yang membesar. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bab bwah hijau muda. Bunga berbibir berbentuk tabung; kecil-kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, pangkal dan ujung tajam, kalau masak akan pecah membujur menjadi 4 keping. Biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat muda.


Kandungan Kimia :



Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid ( zat pahit ), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Juga terdapat flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral ( kalium, kalsium, natrium ), asam kersik, dan damar. Flavotioid diisolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrografin, panikulin, mono-0-metilwithin, dan apigenin-7,4-dimetileter. Zat aktif andrografolid terbukti berguna sebagai hepatoprotektor ( melindungi sel hati dari zat toksik ). Bagian yang digunakan yakni seluruh bab tumbuhan.


Khasiat Sambiloto :



Hepatitis, infeksi jalan masuk empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel ( tonsilitis ), nanah paru, malaria, radang paru ( pneumonia ), radang jalan masuk napas ( bronkhitis ), radang ginjal akut ( pielonefritis ), radang telingah tengah ( OMA ), radang usus buntu, sakit gigi, demam, kencing nanah ( gonore ), kencing bagus ( diabetes mellitus ), TB paru, skrofuloderma, batuk rejan ( pertusis ), sesak napas ( asma ), leptosirosis, darah tinggi ( hipertensi ), kusta ( morbus hansen=lepra ), keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, masakan laut, kanker, kehamilan anggur ( molahidatidosa ), trofoblas ganas ( tumor trofoblas ), tumor paru.


Efek Farmakologis :



Herba ini sangat efektif untuk pengobatan infeksi. Ini vitro, air rebusannya menstimulasi daya fagotisosis sel darah putih. Andrografolid menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian vaksin yang menjadikan panas pada kelinci. Andrografolid sanggup mengakhiri kehamilan dan menghambat pertumbuhan trofosit plasenta. Dari segi farmakologi, sambiloto memiliki imbas muskarinik pada pembuluh darah, imbas pada jantung iskeniik, imbas pada respirasi sel, sifat kholeretik, antiinflamasi, dan antibakteri. Komponen aktifnya ibarat andrografolid, deoksiandrografolid dan 14-deoksi-11, 12-didehidroandrografolid berguna antiradang dan antipiretik. Infus saun sambiloto 5%,10%, dan 15%, semuanya sanggup menurunkan suhu tubuh marmut yang dibentuk demam. Infus herba sambiloto memiliki daya anti jamur.


Cara Pemakaian :



  1. Thypus Abdominalis : daun segar 10-15 lembar, godok + tambah madu, minum ( saran 3x1 kapsul/hari ).
  2. Disentri Basiler/Diare : daun 9-15 gram kering, digodok untuk dua kali minum ( saran 3 x 1 kapsul/hr ).
  3. Flu, Sakit kepala, panas : minum bubuk tanaman, sehari 3 kali @ 1 gram ( saran 3x 1 kapsul/hr ).
  4. Influenza, radang paru : bubuk daun kering, sehari 3-4 kali @ 3 gram, ( saran 3x 3 kapsul/hr ).
  5. Radang jalan masuk napas, radang paru : daun  kering, 9 gram, godok, minum. ( saran 3x 3 kapsul/hr ).
  6. TBC Paru : daun kering digiling menjadi bubuk, diaduk dengan madu dan dibentuk pil dengan diameter 0,5 cm. Sehari 2-3 kali @ 15-30 pil, diminum dengan air matang. ( saran 3x 1 kapsul/hr ).
  7. Batuk rejan : daun 3 lembar diseduh, campur madu. Minum sehari 3 kali. ( saran 3x 1 kapsul/hr ).
  8. Darah tinggi : daun 5-7 lembar diseduh, minum, sehari beberapa kali. ( saran 3x 1 kapsul/hr ).
  9. Infeksi mulut, tonsilitis : bubuk dau kering 3-4, 5 gram, campur, minum ( saran 3x 1 kapsul/hr ).
  10. Pharyngitis : herba segar 9 gram, dikunyah dan ditelan.
  11. Infeksi indera pendengaran tengah ( OMA ) : herba segar 9-15 g, digodok dan diambil airnya untuk tetes telinga.
  12. Kencing Manis : setengah genggam daun digodok, 10 cm batang brotowali, segenggam daun kumis kucing. Direbus dalam 3 gelas air jadikan 2 ¼ gelas. Dinginkan dan saring, minum setelah makan. Sehari 3 kali ¾ gelas. ( saran 3x2 kapsul per hari, minum banyak air).
  13. Kencing nanah ( Gonore ) : tumbuhan 3 dicuci, digodok dengan 4 gelas 2 ¼ gelas. Saring, minum dengan madu. Sehari 3 x ¾ gelas. ( saran 3x3 kapsul perhari, minum banyak air ).
  14. Kudis : tumbuk daun + belerang, lumurkan. Minum rebusan 5 lembar daun sendok dan 7 daun sambiloto segar, saring, minum sehari sekali.
  15. Luka bakar : bubuk daun diaduk dengan minyak kelapa, balurkan atau  kompres dengan godokan daun segar.
  16. Air rebusan daun sambiloto digunakan untuk membangkitkan selera makan.
  17. Obat demam : minum perasan daun, dan tempelkan daun ke badan. ( saran 3x 1 kapsul/hr ).
  18. Disentri : segenggam daun sambiloto kering dan air, rebus dan minum.
  19. Kanker : penyakit trophoblastik dan hamil anggur. Obat suntik, infus atau tablet dari sari sambiloto.
  20. Hepatoprotektor : 5-10 gram daun sambiloto kering, direbus dan diminum airnya.


 



Peringatan :



Ekstrak sambiloto memiliki kemungkinan imbas sinergis dengan Isoniacid. Uji In Vivo ( pada binatang ) memberi kemungkinan bahwa sambiloto berefek abortifasien, dengan demikian dihentikan diberikan selama masa kehamilan. Efek rasa pahit : mual dan muntah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel