Cara Mendeteksi Penyakit Kanker Semenjak Dini

Angka ajal tanggapan serangan Kanker sangat tinggi dan Kanker menjadi momok yang angker bagi semua orang di banyak sekali Negara. Di Amerika Serikat, kanker merupakan penyebab ajal nomor dua. Pada tahun 2003 diperkirakan ada 1.334.100 kasus dengan angka ajal sebanyak 556.500 orang. Di Eropa terdapat tiga juga kasus kanker gres tiap tahun dengan angka ajal sebesar dua juta. Angka cita-cita hidup penderita kanker hanya 60% dibandingkan dengan bukan penderita. Mengapa kanker menjadi sangat angker dan membahayakan? Lalu apa dan bagaimana bergotong-royong kanker tersebut?

Asal Mula Serangan Kanker

Kanker ialah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan prosedur normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Sel-sel kanker akan terus membelah diri, dan tidak mengindahkan kaidah hokum-hukum pembiakan. Kanker sanggup terjadi dari banyak sekali jaringan dalam banyak sekali organ, menyerupai sel kulit, sel hati, sel darah, sel otak, sel lambung, sel usus, sel paru, sel kanal kencing, dan banyak sekali macam sel badan lainnya. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya, sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya (invasif) dan sanggup menyebar ( metastasis ) ke seluruh tubuh. Sel-sel kanker dibuat dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi , yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi .

Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam materi genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam materi genetik sel ini disebabkan oleh suatu biro yang disebut karsinogen , yang sanggup berupa materi kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. Tetapi tidak semua sel mempunyai kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau materi lainnya yang disebut promotor , menimbulkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahunpun sanggup menciptakan sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.

Pada tahap promosi , suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan bermetamorfosis ganas.
sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. lantaran itu diharapkan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

Pada ketika sebuah sel menjadi ganas, sistem kekebalan badan sering sanggup merusaknya sebelum sel ganas tersebut berlipatganda dan menjadi suatu kanker. Namun apabila system kekebalan badan tidak berfungsi secara normal, maka badan cenderung rentan terhadap resiko kanker, menyerupai yang terjadi pada penderita aids , orang-orang yang memakai obat penekan kekebalan dan pada penyakit autoimun tertentu. Tetapi sistem kekebalan badan pun tidak selalu efektif, sehingga kanker kadangkala masih sanggup menembus proteksi ini meskipun sistem kekebalan berfungsi secara normal.

Pada hampir semua jenis kanker, angka keberhasilan terapi sangat berkaitan dengan stadium ketika diagnosa dan pengobatan. Semakin tinggi stadium ketika diagnosa, maka keberhasilan terapi akan semakin menurun dengan modalitas pengobatan yang semakin agresif.


Faktor Resiko Kanker

Telah diketahui bahwa sekumpulan faktor genetik dan lingkungan sanggup meningkatkan resiko terjadinya kanker. Faktor-faktor yang sanggup meningkatkan resiko tersebut antara lain ialah :


1.
Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga ialah salah satu faktor yang paling penting mengingat kanker sanggup dipengaruhi oleh kelainan genetika. Beberapa keluarga sanggup jadi mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya, contohnya resiko perempuan untuk menderita kanker payudara meningkat 1,5-3 kali jikalau ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.
Beberapa kanker payudara berafiliasi dengan suatu mutasi genetik yang khas, yang lebih sering ditemukan pada beberapa kelompok etnik dan keluarga. Wanita dengan mutasi gen ini mempunyai peluang sebesar 80-90% untuk menderita kanker payudara dan 40-50% untuk menderita kanker indung telur, contohnya menyerupai yang ditemukan pada 1% perempuan yahudi ashkenazi. Kanker lainnya yang cenderung diturunkan dalam keluarga ialah kanker kulit dan kanker usus besar.

2.
Kelainan Kromosom

Misalnya seseorang dengan sindroma down , yang mempunyai 3 buah kromosom 21, mempunyai resiko 12-20 kali lebih tinggi untuk menderita leukemia akut.

3.
Faktor Lingkungan

Sejumlah faktor lingkungan sanggup meningkatkan resiko terjadinya kanker, salah satunya yang paling penting ialah merokok. Merokok meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru, mulut, laring (pita suara) dan kandung kemih.
Faktor lingkungan lain contohnya pemaparan yang hiperbola dari sinar ultraviolet, terutama dari sinar matahari, menimbulkan kanker kulit.
Selain itu, r adiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) yang dipakai dalam sinar x, dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom dan sanggup menjangkau jarak yang sangat jauh, juga sanggup meningkatkan resiko terjadinya kanker. Misalnya orang yang selamat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada perang dunia II, mempunyai resiko tinggi terhadap terjadinya leukemia. Pemaparan uranium pada pekerja tambang juga meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru 10-20 tahun kemudian, dan resiko tersebut akan semakin tinggi jikalau para penambang juga merokok.

4.
Makanan

Makanan ialah faktor resiko penting lainnya untuk kanker, terutama kanker pada kanal pencernaan. Misalnya makan makanan yang banyak mengandung makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) sanggup meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung. Peminum alkohol juga mempunyai resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya kanker kerongkongan.
Bila seseorang makan makanan yang tinggi serat, maka sanggup mengurangi kemungkinan terjadinya kanker usus besar. Mengurangi lemak hingga kurang dari 30% dari kalori total, akan mengurangi resiko terjadinya kanker usus besar, payudara dan protat.

5.
Bahan Kimia

Banyak materi kimia yang diketahui menimbulkan kanker dan banyak pula lainnya yang dicurigai sebagai penyebab kanker. Pemaparan terhadap materi kimia tertentu sanggup meningkatkan resiko terjadinya kanker sehabis beberapa tahun kemudian, contohnya pemaparan asbes sanggup menimbulkan kanker paru-paru dan mesotelioma (kanker pleura ), dan kanker kulit banyak ditemukan pada pekerja cat dan pekerja yang membersihkan cerobong asap lantaran adanya kandungan senyawa hidrokarbon.

6.
Tempat Tinggal

Resiko terjadinya kanker juga bervariasi menurut kawasan tinggal seseorang. Misalnya, resiko terjadinya kanker usus besar dan payudara di Jepang rendah, tetapi resiko ini meningkat pada orang-orang Jepang yang tinggal di Amerika dan pada kesudahannya akan mempunyai resiko yang sama besarnya dengan penduduk Amerika lainnya. Uniknya lagi, orang Jepang mempunyai angka insiden kanker lambung yang sangat tinggi; tetapi pada orang Jepang yang lahir di Amerika angka ini lebih rendah.
Variasi geografik dalam resiko kanker ini agaknya melibatkan banyak faktor, yaitu adonan dari genetik, makanan dan lingkungan.

7.
Virus

Beberapa virus diketahui menimbulkan kanker pada insan dan virus lainnya dicurigai sebagai penyebab kanker. Virus penyebab kanker ini disebut juga virus onkogenik. Misalnya, virus papilloma yang menimbulkan kutil genitalis agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita, virus sitomegalo menimbulkan sarkoma Kaposi , virus hepatitis B dan hepatitis C sanggup menimbulkan kanker hati, meskipun karsinogen ataupun promotor nya tidak diketahui.
Di Afrika, virus Epstein-Barr menimbulkan limfoma burkitt , sedangkan di Cina virus ini menimbulkan kanker hidung dan tenggorokan. Jelas terlihat, bahwa beberapa faktor aksesori (lingkungan atau genetik), diharapkan untuk terjadinya kanker yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Beberapa virus retro manusia, contohnya virus HIV, sanggup menimbulkan limfoma dan kanker darah lainnya.

8.
Infeksi

Infeksi oleh benalu schistosoma (bilharzia) sanggup menimbulkan kanker kandung kemih lantaran terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. tetapi penyebab iritasi menahun lainnya tidak menimbulkan kanker. Infeksi oleh clonorchis, yang terutama banyak ditemukan di timur jauh, sanggup menimbulkan kanker pankreas dan kanal empedu.

9.
Hormon

Hormon ialah zat yang dihasilkan oleh kelenjar badan yang berfungs mengatur acara alat-alat tubuh. Diethyl stilbestrol, suatu hormon seks buatan yang umumnya dipakai untuk menggemukkan binatang ternak, terbukti sebagai penyebab timbulnya kanker rahim, payudara, dan alat reproduksi lainnya.
Pada beberapa penelitian, diketahui bahwa donasi hormon tertentu secara hiperbola sanggup menjadikan kanker pada organ badan yang dipengaruhinya, menyerupai payudara, rahim, indung telur dan prostat. Pengaruh hormone sehingga sanggup menimbulkan kanker belum sanggup diketahui dengan pasti.



Epidemiologi Kanker

Sejalan dengan waktu, resiko kanker juga mengalami perubahan. Kanker yang tadinya sering ditemukan kini jarang terjadi. Misalnya di Amerika, pada tahun 1930 kanker lambung 4 kali lebih sering ditemukan daripada sekarang. Sementara itu angka insiden kanker paru-paru di Amerika yang pada tahun 1930 ialah 5 dari setiap 100.000 orang meningkat menjadi 114 dari setiap 100.000 pada tahun 1990, dan angka insiden ini melambung tinggi pada wanita. Perubahan ini hampir sanggup dipastikan merupakan tanggapan dari meningkatnya pemakaian rokok, tak terkecuali pada wanita. Merokok juga menimbulkan meningkatnya kanker mulut.

Pada sebuah penelitian epidemiologik ihwal penyakit kanker, diperkirakan akan terjadi peningkatan 99% penderita pada tahun 2010 di negara berkembang dibandingkan pada tahun 1985. Sedangkan di negara maju, peningkatan jumlah penderita diperkirakan hanya 38%. Hal ini menawarkan bahwa penyakit kanker menjadi duduk kasus yang serius di negara berkembang di masa mendatang.

Di Indonesia, duduk kasus penyakit kanker terlihat lonjakan yang luar biasa. Dalam jangka waktu 10 tahun, terlihat bahwa peringkat kanker sebagai penyebab ajal naik, dari peringkat 12 menjadi peringkat enam. Setiap tahun diperkirakan terdapat 190 ribu penderita gres dan seperlimanya akan meninggal tanggapan penyakit ini. Namun angka ajal tanggapan kanker ini bergotong-royong sanggup dikurangi 3-35 persen, asal dilakukan tindakan prevelensi, screening dan deteksi dini. Misalnya dengan melaksanakan tes pap smear bagi perempuan yang telah aktif secara terpelajar balig cukup akal sanggup menurunkan angka ajal kanker lisan rahim. Sebagai catatan, bila seseorang perempuan penderita kanker divonis bahwa penyakit kankernya masuk dalam kategori stadium satu, maka cita-cita hidup lima tahun ke depan akan mencapai 90 persen. Stadium dua, 65 persen, stadium tiga, 15-20 persen, dan stadium empat cita-cita hidupnya hanya kurang dari lima persen.

Usia juga merupakan faktor yang penting dalam terjadinya kanker. Beberapa kanker, contohnya tumor wilms, leukemia limfositik akut dan limfoma burkitt, banyak menyerang usia muda. Tetapi sebagian besar kanker banyak terjadi pada usia lanjut. Kanker prostat, lambung dan usus besar, kemungkinan besar terjadi sehabis usia 60 tahun. Di Amerika, lebih dari 60% dari kanker terdiagnosis pada penderita yang berusia diatas 65 tahun.
secara keseluruhan, resiko terjadinya kanker di Amerika meningkat 2 kali lipat setiap 5 tahun sehabis usia 25 tahun. Meningkatnya resiko kanker pada usia lanjut mungkin merupakan adonan dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen serta makin melemahnya sistem kekebalan badan tanggapan usia.


Selalu 'Waspada'

Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar pula cita-cita kesembuhan. Kenalilah dan perhatikan tujuh tanda ancaman dalam WASPADA. Periksakan diri lebih lanjut ke dokter bila ada salah satu tanda di bawah ini yang tidak sembuh dalam beberapa minggu. Tanda-tanda yang harus diperhatikan dan disingkat menjadi WASPADA ialah :


W
:
Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan
A
:
Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
S
:
Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
P
:
Payudara atau di kawasan lain ada benjolan
A
:
Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan gatal
D
:
Darah atau lendir yang abnormal keluar dari badan
A
:
Adanya koreng atau borok yang tak kunjung sembuh



Pada stadium dini, kanker tumbuh tanpa menjadikan keluhan ataupun gejala. Hal ini sering menimbulkan orang yang sudah terkena kanker tidak menyadarinya. Bila sudah timbul tanda-tanda atau memberi keluhan, biasanya penyakit sudah berlanjut. Oleh lantaran itu, bila teraba ada benjolan atau kelainan lain menyerupai ditemukan dalam WASPADA walaupun rasanya tidak mengganggu, perlu diwaspadai dan dicurigai sebagai kanker hingga terbukti kalau hal itu bukan kanker.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel