Wanita Kerja Malam Hari Rentan Kena Kanker Payudara

Perempuan yang bekerja pada malam hari selama lebih dari 30 tahun sangat rentan 2 kali lebih tinggi terkena kanker payudara, daripada yang tidak bekerja pada malam hari. Demikian hasil penelitian sejumlah hebat asal Kanada ibarat dilansir dailymail

<

div style="text-align: justify;">

Perempuan yang bekerja pada malam hari selama lebih dari  Wanita Kerja Malam Hari Rentan Kena Kanker PayudaraCara Mencegah Kanker Payudara Secara Alami



Para peneliti kemudian membagi kelompok menurut kategori lamanya waktu bekerja pada malam hari 0-14 tahun, 15-29 tahun dan lebih dari 30 tahun. Hasilnya, ibarat yang dimuat oleh laman British Medical Journal, wanita yang bekerja pada malam hari selama kurang dari 30 tahun tidak berisiko mengalami kanker payudara. Namun, bila mereka bekerja selama lebih dari 30 tahun, kata para peneliti, resiko itu naik dua kali lipat.




Mengapa wanita yang bekerja pada malam hari ini lebih berisiko terkena kanker payudara?





Menurut tim peneliti ini, faktor penyebab duduk kasus seritus itu yakni cahaya buatan (artificial light). Cahaya buatan ini mengganggu proses kimiawi dalam tubuh, yang pada gilirannya memicu pertumbuhan tumor.




Masalahnya yakni bahwa pada siang hari pun banyak orang bekerja di bawah cahaya buatan atau bersahabat dengan cahaya buatan. Dan orang-orang ibarat ini berisiko lebih kecil terhadap serangan kanker payudara. 




Bagaimana dapat cahaya buatan itu memicu munculnya tumor atau kanker?





Para ilmuwan ini menjawab bahwa hanya cahaya buatan pada malam harilah yang memicu munculnya kanker payudara sebab cahaya buatan itu mengganggu siklus alamiah badan untuk beristirahat dan ritme hormon. 




Cahaya buatan ini menekan produksi melatonin dan memicu produksi hormon ekstrogen secara berlebihan, yang pada kesudahannya menyebabkan munculnya kanker. Melatonin yakni hormon yag melindungi badan dari kanker.




Hanya saja, hasil penelitian sejumlah ilmuwan dari Kanada ini belum diterima secara resmi dan diakui kebenarannya oleh ilmuwan dan dokter di seluruh dunia. 




Menurut Dr. Jane Green dari University of Oxford, bukti-bukti yang ditunjukkan para ilmuwan asal Kanada ini belumlah cukup. “Sekalipun ada bukti yang menghubungkan peningkatan resiko kanker payudara dengan pekerjaan dimalam hari, bukti-bukti itu belumlah cukup. 




Dengan demikian, penelitian ini belumlah cukup untuk dijadikan pesan wacana ancaman bekerja pada malam hari” katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel