Waspadai Obat Alami Yang Tidak Alami


 yang didengungkan WHO karena adanya dampak negatif dari penggunaan obat sintetis dalam ja Waspadai Obat Alami Yang Tidak Alami
Konsep kembali ke alam (back to nature) yang didengungkan WHO karena adanya dampak negatif dari penggunaan obat sintetis dalam jangka panjang, membuat masyarakat dunia mulai melirik obat herbal dan teknik pengobatan alternatif/alami untuk mengatasi masalah kesehatan.









Kondisi ini menyebabkan industri jamu, obat alami/obat tradisional kian marak dan makin berkembang ditanah air, bahkan beberapa produsen obat sintetis kini banyak yang sudah memproduksi obat-obatan herbal.





Namun maraknya penggunaan obat alami ini ternyata banyak dimanfaatkan oleh oknum produsen yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan semata. Para oknum tersebut telah mencampurkan jamu dan obat alami yang diproduksinya dengan bahan kimia obat /BKO. Sehingga obat tradisional/herbal yang diproduksinya adalah obat alami yang tidak alami, karena justru sangat berbahaya bagi kesehatan dan jiwa pengkonsumsinya.





Bahan kimia obat/BKO tertentu yang dicampurkan kedalam bahan jamu dan obat alami tersebut, diantaranya: Parasetamol, Sildenafil, CTM, Sibutramin Hidroclorida, Dexametason, Diazepam, Antalgin, Fenilbutason, Allopurinol dll. Yang mana obat-obatan tersebut hanya dapat dikonsumsi dibawah pengawasan dokter.





Umumnya jamu dan obat alami ilegal tersebut adalah jenis jamu dan obat alami untuk penyembuhan asam urat, rematik, pegal linu, masuk angin, pelangsing dan obat-obatan penambah vitalitas/obat kuat. Bahkan beberapa obat kuat berdasarkan hasil penelitian mengandung sildenafil sitrat, yang dapat mengakibatkan gagal jantung pada penggunaan jangka panjang.





Sekitar tahun 2006-2007 Badan POM telah menyita jamu dan obat tradisional ilegal ini, termasuk produk-produk kosmetik serta makanan yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya bagi masyarakat. Tetapi menurut hasil pengamatan kami, sampai sekarang masih banyak di daerah-daerah tertentu bahkan di Jakarta secara tersembunyi mendistribusikan jamu dan obat alami ilegal tersebut, mungkin ini merupakan stok dari yang tidak tersita. Dan pastinya obat-obatan alami ilegal ini bukan hanya produk dalam negeri saja, produk luar negeri pun ada termasuk dari Cina.





Peredaran obat alami ilegal berkaitan erat dengan para oknum yang tidak bertanggung jawab memang sulit diberantas. Sudah saatnya masyarakatpun lebih memahami dan dapat membedakan obat alami ilegal dengan yang benar-benar alami (aman). Serta mewaspadai obat alami yang tidak alami karena berdampak membahayakan kesehatan.





Tips, menghindari bahaya obat alami yang tidak alami.








  • Jangan mudah percaya dengan produk jamu atau obat tradisional yang terdaftar di DepKes karena obat alami ilegal yang disita Badan POM juga terdaftar di DepKes, terlebih lagi dengan yang tidak terdaftar. Produk-produk seperti ini, keasliannya hanya sampai untuk mendapatkan legalitas dari DepKes. Setelahnya maka BKO pun dicampurkan dengan harapan agar lebih manjur walaupun harus mengorbankan kesehatan serta jiwa pengkonsumsinya.








  • Pilih jamu dan obat alami yang terdaftar di DepKes dan diproduksi oleh perusahaan berkualitas dan kredibel.








  • Membuat sendiri jamu dan obat alami dari bahan-bahan pilihan dengan kualitas terbaik.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel