Anemia - Wanita Lebih Rentan

 Walaupun pada dasarnya masalah anemia dapat dialami siapapun dari usia anak Anemia - Wanita Lebih Rentan
Berdasarkan hasil penelitian, ternyata kaum wanita lebih rentan terhadap anemia (kurang darah) dibanding pria. Walaupun pada dasarnya masalah anemia dapat dialami siapapun dari usia anak-anak sampai dewasa.



Wanita lebih rentan terhadap anemia terutama terjadi pada usia reproduktif, disebabkan beberapa hal diantaranya; melahirkan, kehilangan darah saat menstruasi, meningkatnya kebutuhan zat besi (Fe) sewaktu mengandung dan menyusui.



Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) kurang dari batas normal. Normalnya kadar Hb pada wanita rata-rata 12-14 g/dl, sedangkan pada pria sekitar 14-16 g/dl. 



Fungsi penting Hb adalah mengangkut zat gizi dan oksigen ke seluruh tubuh, jika jumlah Hb tidak memadai maka pasokan zat gizi serta oksigen yang diangkut ke seluruh tubuh pun berkurang. Akibatnya proses metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik dan energi yang dihasilkan menjadi sedikit. Untuk mencukupinya, jantung dipacu bekerja lebih keras. Maka kemudian timbul gejala jantung berdebar, tubuh menjadi cepat lelah dan lemah, pucat, kehilangan nafsu makan, apatis, sulit berkonsentrasi, sesak nafas, pusing serta sering terserang penyakit.



Beberapa hal penyebab anemia



  • Menurunnya kualitas dan jumlah sel darah merah karena kekurangan zat besi (Fe), vitamin B9 dan B12.
  • Kerusakan pada ginjal atau sumsum tulang, infeksi kronis di paru-paru.
  • Pendarahan usus, menstruasi yang berkepanjangan.
  • Gangguan-gangguan secara fisik seperti: kehilangan darah akibat pendarahan dalam, luka berat, siklus haid, melahirkan, terlalu sering mendonorkan darah.
  • Keracunan obat-obatan.
  • Kemungkinan adanya parasit di dalam tubuh (cacingan).


Untuk menanggulangi masalah anemia, sebaiknya jagalah kondisi tubuh dengan mengkonsumsi nutrisi yang cukup untuk berperan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah dalam tubuh.



Tips mencegah dan mengatasi anemia :



  • Minum banyak air putih sekitar 8-12 gelas/hari.
  • Kecukupan zat besi (Fe), yang dapat diperoleh dari mengkonsumsi daging, hati, kacang-kacangan, sayuran hijau dan susu.
  • Konsumsi makanan/minuman mengandung; vitamin C yang cukup agar dapat membantu penyerapan zat besi secara optimal, vitamin E untuk mempertahankan integritas diding sel darah, vitamin B6 sebagai kolator pembentukan Hb, vitamin B9 dan B12 sebagai pengendali proses pematangan sel darah merah atau mengkonsumsi vitamin B Kompleks.
  • Kurangi mengkonsumsi kopi atau minuman mengandung kafein tinggi, terutama 1 jam sebelum/setelah makan karena dapat menurunkan penyerapan zat besi didalam tubuh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel