Sembuhkan Alergi & Peracunan Darah Dengan Seledri


Seledri yaitu sayuran yang tidak abnormal bagi kita. Ia sering kita temui dalam sayur sup, kuah bakso, dalam kuliner capcay dan salad. Kehadirannya menciptakan kuliner menjadi lebih sedap, alasannya yaitu ia memberi rasa dan aroma yang khas. Sayuran yang lebih segar dimakan mentah atau dimasak sebentar itu, sesungguhnya bukan hanya bermanfaat sebagai penyedap kuliner saja, tetapi juga sanggup dimanfaatkan sebagai obat.
Selain sebagai obat penyakit kulit, seledri sangat dianjurkan untuk mengatasi peracunan pada darah dan menyembuhkan alergi. Ia sanggup digunakan sebagai obat tanpa adonan apapun, tetapi juga sanggup dicampur dengan materi lain contohnya dengan jus ketimun, wortel dan bit.

Obat Raja
Dari buku Heinerman’s Encyclopedia of Healing Juices karya John Heinerman dikatakan bahwa Raja Henry VIII dari Inggris (1491-1547) yang mempunyai banyak selir menderita penyakit kulit pada wajah, tangan serta kakinya. Dengan penyakitnya itu penampilan Raja Henry sangat buruk.

Dia dikenal sebagai raja yang terpaksa membunuh beberapa selirnya alasannya yaitu mereka tak sanggup menahan raja jijiknya terhadap sang raja. Sementara itu penyakitnya semakin parah. Mungkin ini diakibatkan kebiasaan makan sang raja yang terbilang rakus.

Raja yang gemar makan kuliner daging berlemak, kue-kue manis, minuman anggur ataupun minuman keras, menciptakan kondisi kesehatannya semakin menurun, bahkan wajah dan kepingan tubuh lainnya semakin buruk.

Dokter-dokter kerajaan mengobati sang rasa dengan banyak sekali macam saleb. Ternyata itu hanya sedikit memberi manfaat. Sampai kesannya dokter istana mencoba memberi “obat alternatif ” menyerupai yang banyak dilakukan rakyatnya. Raja dianjurkan minum jus smallage yang di lalu hari disebut sebagai jus seledri.

Beberapa batang seledri bersama daunnya ditumbuk, lalu air perasannya yang sedikit itu diminumkan setiap hari. Setelah beberapa hari terlihat adanya kemajuan . Lambat laun kulit di wajah maupun di badannya semakin baik.

Pengobatan ini bahwasanya memberi hasil yang menggembirakan. Tetapi sayang, kebiasaan makan jelek sang raja menciptakan kemajuannya sangat lamban. Untung para dokternya sabar dan telaten, sehingga kesannya rajapun sanggup sembuh, walaupun dalam tempo yang lama.

Mengandung Alkaline
Menginjak paku karatan, kotoran masuk ke dalam luka, abuh akses kencing, luka bakar yang melebar yaitu beberapa masalah yang menjadikan terjadinya sepsi atau septicemia atau yang lebih dikenal sebagai peracunan pada darah.

Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.

Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan, kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia sanggup digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk membelender beberapa batang seledri berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning
Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor, 0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009)
S
elain sebagai obat penyakit kulit, seledri sangat dianjurkan untuk mengatasi peracunan pada darah dan menyembuhkan alergi. Ia sanggup digunakan sebagai obat tanpa adonan apapun, tetapi juga sanggup dicampur dengan materi lain  contohnya dengan jus ketimun, wortel dan bit.
Obat Raja

Dari buku Heinerman’s Encyclopedia of Healing Juices karya John Heinerman dikatakan bahwa Raja Henry VIII dari Inggris (1491-1547) yang mempunyai banyak selir menderita penyakit kulit pada wajah, tangan serta kakinya. Dengan penyakitnya itu penampilan  Raja Henry sangat buruk.

Dia dikenal sebagai raja yang terpaksa membunuh beberapa selirnya alasannya yaitu mereka tak sanggup menahan raja jijiknya terhadap sang raja. Sementara itu penyakitnya semakin parah. Mungkin ini diakibatkan kebiasaan makan sang raja yang terbilang rakus.

Raja yang gemar makan kuliner daging berlemak, kue-kue manis, minuman anggur ataupun minuman keras,  menciptakan kondisi kesehatannya semakin menurun,  bahkan wajah dan kepingan tubuh lainnya semakin buruk.

Dokter-dokter kerajaan mengobati sang rasa dengan banyak sekali macam saleb. Ternyata itu hanya sedikit memberi manfaat. Sampai kesannya dokter istana mencoba  memberi “obat alternatif ” menyerupai yang banyak dilakukan rakyatnya. Raja dianjurkan minum jus smallage  yang di lalu hari disebut sebagai jus seledri.

Beberapa batang seledri bersama daunnya ditumbuk, lalu air perasannya yang sedikit itu diminumkan setiap hari. Setelah beberapa hari terlihat adanya kemajuan .  Lambat laun kulit di wajah maupun di badannya semakin baik.

Pengobatan ini bahwasanya memberi hasil yang menggembirakan. Tetapi sayang, kebiasaan makan jelek sang raja menciptakan kemajuannya sangat lamban. Untung para dokternya sabar dan telaten, sehingga kesannya rajapun sanggup sembuh, walaupun dalam tempo yang lama.
    
Mengandung Alkaline
Menginjak paku karatan, kotoran masuk ke dalam luka, abuh akses kencing, luka bakar yang melebar yaitu beberapa masalah yang menjadikan terjadinya  sepsi atau septicemia  atau yang lebih dikenal sebagai peracunan pada  darah.

Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah  berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.

Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Obat RajaDari buku Heinerman’s Encyclopedia of Healing Juices karya John Heinerman dikatakan bahwa Raja Henry VIII dari Inggris (1491-1547) yang mempunyai banyak selir menderita penyakit kulit pada wajah, tangan serta kakinya. Dengan penyakitnya itu penampilan  Raja Henry sangat buruk.
Dia dikenal sebagai raja yang terpaksa membunuh beberapa selirnya alasannya yaitu mereka tak sanggup menahan raja jijiknya terhadap sang raja. Sementara itu penyakitnya semakin parah. Mungkin ini diakibatkan kebiasaan makan sang raja yang terbilang rakus.

Raja yang gemar makan kuliner daging berlemak, kue-kue manis, minuman anggur ataupun minuman keras,  menciptakan kondisi kesehatannya semakin menurun,  bahkan wajah dan kepingan tubuh lainnya semakin buruk.

Dokter-dokter kerajaan mengobati sang rasa dengan banyak sekali macam saleb. Ternyata itu hanya sedikit memberi manfaat. Sampai kesannya dokter istana mencoba  memberi “obat alternatif ” menyerupai yang banyak dilakukan rakyatnya. Raja dianjurkan minum jus smallage  yang di lalu hari disebut sebagai jus seledri.

Beberapa batang seledri bersama daunnya ditumbuk, lalu air perasannya yang sedikit itu diminumkan setiap hari. Setelah beberapa hari terlihat adanya kemajuan .  Lambat laun kulit di wajah maupun di badannya semakin baik.

Pengobatan ini bahwasanya memberi hasil yang menggembirakan. Tetapi sayang, kebiasaan makan jelek sang raja menciptakan kemajuannya sangat lamban. Untung para dokternya sabar dan telaten, sehingga kesannya rajapun sanggup sembuh, walaupun dalam tempo yang lama.
    
Mengandung Alkaline
Menginjak paku karatan, kotoran masuk ke dalam luka, abuh akses kencing, luka bakar yang melebar yaitu beberapa masalah yang menjadikan terjadinya  sepsi atau septicemia  atau yang lebih dikenal sebagai peracunan pada  darah.

Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah  berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.

Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Dia dikenal sebagai raja yang terpaksa membunuh beberapa selirnya alasannya yaitu mereka tak sanggup menahan raja jijiknya terhadap sang raja. Sementara itu penyakitnya semakin parah. Mungkin ini diakibatkan kebiasaan makan sang raja yang terbilang rakus.
Raja yang gemar makan kuliner daging berlemak, kue-kue manis, minuman anggur ataupun minuman keras,  menciptakan kondisi kesehatannya semakin menurun,  bahkan wajah dan kepingan tubuh lainnya semakin buruk.

Dokter-dokter kerajaan mengobati sang rasa dengan banyak sekali macam saleb. Ternyata itu hanya sedikit memberi manfaat. Sampai kesannya dokter istana mencoba  memberi “obat alternatif ” menyerupai yang banyak dilakukan rakyatnya. Raja dianjurkan minum jus smallage  yang di lalu hari disebut sebagai jus seledri.

Beberapa batang seledri bersama daunnya ditumbuk, lalu air perasannya yang sedikit itu diminumkan setiap hari. Setelah beberapa hari terlihat adanya kemajuan .  Lambat laun kulit di wajah maupun di badannya semakin baik.

Pengobatan ini bahwasanya memberi hasil yang menggembirakan. Tetapi sayang, kebiasaan makan jelek sang raja menciptakan kemajuannya sangat lamban. Untung para dokternya sabar dan telaten, sehingga kesannya rajapun sanggup sembuh, walaupun dalam tempo yang lama.
    
Mengandung Alkaline
Menginjak paku karatan, kotoran masuk ke dalam luka, abuh akses kencing, luka bakar yang melebar yaitu beberapa masalah yang menjadikan terjadinya  sepsi atau septicemia  atau yang lebih dikenal sebagai peracunan pada  darah.

Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah  berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.

Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Raja yang gemar makan kuliner daging berlemak, kue-kue manis, minuman anggur ataupun minuman keras,  menciptakan kondisi kesehatannya semakin menurun,  bahkan wajah dan kepingan tubuh lainnya semakin buruk.
Dokter-dokter kerajaan mengobati sang rasa dengan banyak sekali macam saleb. Ternyata itu hanya sedikit memberi manfaat. Sampai kesannya dokter istana mencoba  memberi “obat alternatif ” menyerupai yang banyak dilakukan rakyatnya. Raja dianjurkan minum jus smallage  yang di lalu hari disebut sebagai jus seledri.

Beberapa batang seledri bersama daunnya ditumbuk, lalu air perasannya yang sedikit itu diminumkan setiap hari. Setelah beberapa hari terlihat adanya kemajuan .  Lambat laun kulit di wajah maupun di badannya semakin baik.

Pengobatan ini bahwasanya memberi hasil yang menggembirakan. Tetapi sayang, kebiasaan makan jelek sang raja menciptakan kemajuannya sangat lamban. Untung para dokternya sabar dan telaten, sehingga kesannya rajapun sanggup sembuh, walaupun dalam tempo yang lama.
    
Mengandung Alkaline
Menginjak paku karatan, kotoran masuk ke dalam luka, abuh akses kencing, luka bakar yang melebar yaitu beberapa masalah yang menjadikan terjadinya  sepsi atau septicemia  atau yang lebih dikenal sebagai peracunan pada  darah.

Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah  berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.

Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Dokter-dokter kerajaan mengobati sang rasa dengan banyak sekali macam saleb. Ternyata itu hanya sedikit memberi manfaat. Sampai kesannya dokter istana mencoba  memberi “obat alternatif ” menyerupai yang banyak dilakukan rakyatnya. Raja dianjurkan minum jus smallage  yang di lalu hari disebut sebagai jus seledri.
Beberapa batang seledri bersama daunnya ditumbuk, lalu air perasannya yang sedikit itu diminumkan setiap hari. Setelah beberapa hari terlihat adanya kemajuan .  Lambat laun kulit di wajah maupun di badannya semakin baik.

Pengobatan ini bahwasanya memberi hasil yang menggembirakan. Tetapi sayang, kebiasaan makan jelek sang raja menciptakan kemajuannya sangat lamban. Untung para dokternya sabar dan telaten, sehingga kesannya rajapun sanggup sembuh, walaupun dalam tempo yang lama.
    
Mengandung Alkaline
Menginjak paku karatan, kotoran masuk ke dalam luka, abuh akses kencing, luka bakar yang melebar yaitu beberapa masalah yang menjadikan terjadinya  sepsi atau septicemia  atau yang lebih dikenal sebagai peracunan pada  darah.

Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah  berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.

Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Beberapa batang seledri bersama daunnya ditumbuk, lalu air perasannya yang sedikit itu diminumkan setiap hari. Setelah beberapa hari terlihat adanya kemajuan .  Lambat laun kulit di wajah maupun di badannya semakin baik.
Pengobatan ini bahwasanya memberi hasil yang menggembirakan. Tetapi sayang, kebiasaan makan jelek sang raja menciptakan kemajuannya sangat lamban. Untung para dokternya sabar dan telaten, sehingga kesannya rajapun sanggup sembuh, walaupun dalam tempo yang lama.
    
Mengandung Alkaline
Menginjak paku karatan, kotoran masuk ke dalam luka, abuh akses kencing, luka bakar yang melebar yaitu beberapa masalah yang menjadikan terjadinya  sepsi atau septicemia  atau yang lebih dikenal sebagai peracunan pada  darah.

Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah  berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.

Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Pengobatan ini bahwasanya memberi hasil yang menggembirakan. Tetapi sayang, kebiasaan makan jelek sang raja menciptakan kemajuannya sangat lamban. Untung para dokternya sabar dan telaten, sehingga kesannya rajapun sanggup sembuh, walaupun dalam tempo yang lama.    Mengandung AlkalineMenginjak paku karatan, kotoran masuk ke dalam luka, abuh akses kencing, luka bakar yang melebar yaitu beberapa masalah yang menjadikan terjadinya  sepsi atau septicemia  atau yang lebih dikenal sebagai peracunan pada  darah.
Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah  berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.

Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Pengobatan dengan seledri yang mengandung garam mineral yang tinggi sanggup menciptakan darah mengandung banyak alkaline. Padahal basil penyebab peracunan darah lebih cepat berkembang dalam darah yang berkondisi asam ketimbang darah  berkondisi alkaline. Dengan hadirnya seledri kedalam tubuh akan sangat membantu melepaskan dari peracunan darah.
Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.

Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Dari pengalaman langsung John Heinerman, ditemukan adanya hubungan besar lengan berkuasa antara gula yang dikonsumsinya dengan reaksi-reaksi alergi. Makan dua buah kurma atau beberapa buah permen saja sanggup terjadi alergi menyerupai bersin-bersin, gatal-gatal di mata atau gatal di tubuh sangat terasa sekali.
Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.

Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Setelah diobati dengan minum setengah cangkir perasan seledri  setiap pagi, dalam beberapa hari saja sudah menghilangkan tanda-tanda alergi tadi. Pada kesannya Heinerman menyimpulkan,  kandungan garam mineral yang besar lengan berkuasa pada seledri lah yang menciptakan darahnya mengandung alkaline.
Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.

Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Cairan perasan seledri terasa agak pahit, tetapi menyegarkan. Sebagai pengobatan ia bisa  digunakan tanpa adonan apapun. Namun bagi yang punya duduk kasus dengan livernya, sebaiknya dicampur dengan jus buah timun, jus wortel dan jua bit.
Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.

Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Bagi yang mempunyai alat juicer, sebaiknya  wortel, ketimun dan bit masing-masing satu buah atau kira-kira 1 ons dijus terlebih dahulu. Kemudian hasil cairannya untuk  membelender  beberapa batang seledri  berikut daunnya. Minumlah pagi dan sore setiap hari.
Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.

Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Karena bit tergolong sulit di dapat, maka untuk campurannya boleh hanya menggunakan timun dan wortel saja. Bahkan untuk yang tidak ada duduk kasus dengan livernya, justru dianjurkan hanya menggunakan seledrinya saja. Kalau menciptakan jus atau menumbuk seledrinya sulit, sanggup juga diblender dengan mencampuri sedikit air putih.
Boks: Seledri Hijau dan Seledri Kuning

Seledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.
Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.

Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Boks: Seledri Hijau dan Seledri KuningSeledri atau Apium Graveolens sudah dibudidayakan semenjak masa ke-15 di Eropa selatan. Sejak itu sudah dikenal sebagai obat atau jamu, selain juga untuk penyedap masakan. Bagian yang dimanfaatkan yaitu daun dan batangnya yang berpenampang segi empat dan berrongga.Ada  dua jenis seledri, yaitu seledri kuning dan seledri hijau. Di Indonesia lebih banyak dijumpai seledri hijau. Seledri hijau ada dua macam, yaitu seledri  Golden Crisp yang berukuran kecil yang lebih dikenal sebagai seledri lokal, dan  Giant Pascal yang berukuran lebih besar yang banyak dijumpai di pasar swalayan besar.
Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.

Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Dalam satu batang seledri berukuran sedang setidaknya mengandung 16 mg kalsium, 11 mg fosfor,  0,1 mg zat besi, 50 mg yodium, 136 mg potasium, 110 I.U.vitamin A, sedikit vitamin B Kompleks, dan 4 mg vitamin C. Dalam penelitian lainnya ternyata juga ditemukan magnesium yang cukup besar, antara 27-32 mg setiap batangnya.
Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009) Selain untuk mengobati alergi, penyakit kulit dan peracunan pada darah, seledri juga cukup terkenal untuk mengobati tekanan darah tinggi. Untuk itu ambillah satu buah ketimun yang segar atau sekitar 1 ons dan dua batang seledri segar dan basuh bersih. Makanlah keduanya sebagai lalapan mentah. Bisa juga keduanya diblender dengan menambah sedikit air (gaya hidup sehat, kompas,5 November 2009)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel