Pengobatan Terhadap Serangan Tomcat

Pengobatan terhadap Serangan TOMCAT






Saat ini di beberapa kota di wilayah Jawa Timur sedang heboh "serangan" serangga yang dijuluki Tomcat. Serangan serangga ini pertamakali muncul di Surabaya dan sekarang sudah merambah di kota-kota lain, contohnya Tulungagung, Blitar, Pasuruan, dan Probolinggo





Sebenarnya menyerupai apa sih Tomcat itu? kenapa serangga ini berpindah ke pemukiman penduduk? dan apakah yang mengakibatkan kulit melepuh pasca bersentuhan dengan serangga ini?


Tomcat yaitu nama terkenal untuk serangga rove beetle (kumbang pengembara). Serangga ini merupakan satu famili Staphylinidae, Ada ribuan genus dan spesies dalam famili ini. Ukurannya bervariasi antara 1 mm hingga 35 mm. Warnanya bervariasi antara kuning, cokelat kemerahan, cokelat, hingga hitam.





Paederus sp merupakan salah satu jenis dari famili Staphilynidae yang tersebar luas di seluruh dunia. Di antara spesies rove beetle lainnya, Paederus sp mempunyai warna warni yang lebih terang. Meskipun sebagian serangga cendekia balig cukup akal menghindari sinar matahari, namun Paederus sp aktif mencari makan pada siang hari dan tertarik pada sumber-sumber cahaya, contohnya lampu ketika malam hari.





Serangga ini sanggup ditemukan di hutan di sekitar tumpukan daun dan ranting yang membusuk, di bawah kerikil di atas tanah lembab, di sekitar tempat perairan sejuk, dan di sekitar area pertanian. Makanannya yaitu serangga lain yang berukuran lebih kecil, sehingga serangga ini bahwasanya merupakan sahabat petani lantaran membantu mengendalikan jumlah hama wereng dan kutu padi.





Paederus yang menyerang warga di beberapa kota di Jawa Timur yaitu spesies Paederus littoralis yang mempunyai ciri tubuh pipih, berbulu halus, warna tubuh cokelat kemerahan dengan warna hitam pada pecahan kepala, dada, dan ekor. Memiliki 3 pasang kaki dan 1 pasang antena. Panjangnya sekitar 15 mm. Di habitat aslinya populasi serangga ini dikendalikan oleh burung pemangsanya. Serangga ini bergeser habitat ke sekitar pemukiman diduga lantaran habitat aslinya terdesak oleh pembangunan yang dilakukan oleh manusia. Akibatnya burung pemangsa enggan tiba ke tempat pemukiman yang padat dan mencari mangsa di wilayah lain. Sehingga populasi Tomcat terus melonjak tak terkontrol dan dampaknya mulai dirasakan oleh manusia.





Serangga ini tidak menggigit atau menyerang. Bila beliau merasa terancam maka beliau akan mengerutkan badannya dan berdiri menyerupai kalajengking. Menurut Medical Veterinary and Entomology, ada sekitar 20 dari 600 spesies subfamili Paederus yang sering mengakibatkan paederus dermatitis.





Paederus dermatitis disebabkan oleh teriritasinya kulit lantaran racun paederin yang terdapat pada cairan hemolymph (=cairan yang berfungsi menyerupai sirkulasi darah pada binatang arthropoda) serangga betina Paederus. Paederin ini bukan dihasilkan oleh tubuh serangga itu sendiri, namun dari kuman normal tanaman yang terdapat pada tubuh serangga ini. Diduga kuman ini dari jenis Pseudomonas.





Bila kulit berkontak dengan paederin, reaksi iritasi tidak eksklusif terjadi. Dalam waktu 12 hingga 36 jam kemudian, kulit menjadi merah, timbul vesikel, bula, dan secara perlahan kulit melepuh. Keluhan yang dirasakan oleh penderita ialah rasa menyengat dan sensasi terbakar pada lesi.





Untuk meminimalkan lesi paederus dermatitis, ada beberapa saran yang berguna:











Bila kulit kita berkontak dengan serangga Paederus, segera usir serangga tersebut tanpa melukai tubuhnya untuk mencegah semoga racun paederin tidak keluar dari tubuhnya.


Segera sesudah kontak dengan serangga Paederus, bilas kulit yang berkontak tersebut dengan air sebanyak- banyaknya dan sabun. Tujuannya yaitu membilas racun paederin dan mengurangi kontak dengan kulit sehingga reaksi iritasi sanggup diminimalkan.


Segera ke dokter untuk mencari pengobatan yang sesuai jikalau muncul reaksi iritasi jawaban racun paederin.





Dengan pengobatan yang tepat, Paederus dermatitis akan sembuh dalam waktu 2 hingga 3 ahad dengan meninggalkan bekas kulit yang kehitaman dan akan memudar dalam beberapa bulan. Paederus dermatitis tidak akan menjadikan scar atau bopeng jikalau tidak terjadi benjol sekunder jawaban terapi yang salah. (intisari)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel